Menurut undang-undang dasar 1945 semua fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. akan tetapi pemerintah dari dulu sampai sekarang tidak begitu peduli dengan hal yang satu ini. justru terlihat fakir miskin dan anak terlantar memang benar-benar dipelihara agar terus semakin banyak jumlahnya dan tetap begitu-begitu saja apa adanya. kan lucu bila negara ini punya sumber daya alam yang sangat kaya namun rakyatnya mayoritas miskin papa.
entah karena bodoh atau tidak mampu mengelola negeri kaya raya nan besar ini oknum pemerintah republik indonesia pada lepas tanggung jawab. udah rakyat dipajakin, eh hasil penjualan kekayaan alam entah menguap ke mana. sesuai etika sih seharusnya kalau beberapa tahun tidak bisa ngurus rakyat, ya mundur
lengser ke prabon. tapi karena pada kaga tau malu oknum-oknum tersebut pada tetap menjabat. emang enak digituin?
bagaimana jalan keluar solusi masalah ini? ya mau tidak mau semua yang merasa miskin, fakir, terlantar di bawah umur pada berkumpul semua dan melakukan tuntutan kepada pemerintah. bayangin kalau jumlahnya bisa sampai 150 juta orang maka otomatis pemerintah wajib lengser karena itulah demokrasi yang sebenarnya. gak perlu kumpul plek di satu tempat soalnya nanti banyak yang mati keinjek-injek. cukup kumpul di kantor kelurahan masing-masing saja lalu itung secara masal seindonesia. semua orang boleh itu event suara rakyat tersebut. kalau jumlahnya lebih dari setengah jumlah rakyat indonesia berarti pemerintah ganti semua sama yang baru yang dipercaya rakyat mampu.
makanya kalo milih pimpinan itu cari yang dari awal tidak mau jadi pemimpin karena takut dosa kalau tidak amanah. kalo pilih yang pada ambisi jadi pemimpin ya itu dia pasti orang kaya begitu ada maunya. kalo kepilih bisa blangsak hasilnya. kekayaan alam diembat, rakyat disuruh bayar pajak, uang rakyat dikorup, rakyat dibohongi, dan lain-lain. emang enak dibegituin?
Get your own Chat Box! Go Large!
:soccer
BalasHapus:iloveindonesia
BalasHapus